Pendidikan di Indonesia

Hanya sekedar Opini.
Allah memberikan rizki dengan cara yg berbeda2, kapasitas kemampuan manusiapun berbeda. ada tukang sapu, tukang pijit, tukang nasi goreng, tukang kredit, tukang copet, dan macam-macam tukang…
akankah tukang itu akan selamanya menjadi tukang?…ini profesi!! dan penghasilanpun sesuai dengan nama tukangnya….
Anehnya..!! tukang ngajar “tenaga pendidik” di Indonesia khusus SD, honor masih jauh di tingkat rata-rata padahal guru SD/TK lah yang mengajarkan kita membaca, menulis, bahkan tatakrama..
Jauh di bandingkan dengan negara2 tetangga kita Filiphina, Malysia, Hongkong dll..
ini bukan persoalan matrealistis tapi ini persoalan apresiasi dan reward sejauh manakah bangsa kita menghargai profesi guru yang begitu banyak menciptakan generasi2 cerdas..apakah ini keadilan tuhan ataukah keadilan tuhan yang disabotase oleh kerakusan birokrasi Negara?……….
Previous
Next Post »
Comments
0 Comments
Terima Kasih Sudah Berkomentar